Rabu, 25 Februari 2015

Perjuangan menikmati Mesin Penenun Hujan.

Akhir-akhir ini, menonton indie gigs menjadi salah satu akivitas yang paling menyenangkan di tiap weekend gue. Hal ini dipengaruhi dengan tinggalnya gue di Bandung yang hampir setiap weekend selalu memanjakan masyarakatnya dengan hiburan yang gratis maupun berbayar. Musik apalagi, Bandung punya band dari genre A sampai Z. Major maupun Indie, semuanya punya kualitas yang sangat layak untuk di perdengarkan ke orang lain.

Salah satu Indie gigs yang menjadi favorit gue adalah An Intimacy. Gua gak tau gigs tersebut udah mulai dari jaman kapan. Pas datang di acara itu, tiba-tiba udah Volume 5 aja. Dan ternyata ada kesan yang beda. Gak tau kenapa, An Intimacy punya kesan yang tidak bisa dijelaskan. Tapi jadi alasan kuat kenapa gua harus datang ke volume-volume berikutnya. An Intimacy menjanjikan sebuah Gigs rasa Indie original. Ibarat mie instant yang menjanjikan rasa soto yang lengkap dengan bubuk koya dan rasa asam jeruk nipisnya. Rasa nya Soto banget! (ini apa sih?!!!!).

Photo by Upi / Padapanik.com
An Intimacy vol.6 sudah diumumkan, dan Line up nya cukup menggiurkan. Tapi karena gue penikmat Musik Indie yang masih awam. Satu-satunya yang bikin gue harus datang adalah FRAU. Buat yang belum tau, FRAU itu adalah nama panggung dari mbak Leilani yang selalu tampil konsisten dengan gaya vintage nya (mungkin itu memang gayanya sehari-hari) khas gadis jogja. Memainkan lagu klasik (mungkin termasuk folk) bersama Keyboardnya yang dinamakan Oscar. Mendengar musik FRAU bikin nuansa klasik kamar kos yang selalu berantakan berasa terlupakan. Gak tau kenapa, Gue merasa kebawa ke masa-masa kecil penuh bahagia dan sederhana. Musiknya seperti familiar di telinga. Sampai sehari sebelum menonton, Gue memutar berulang kali lagu FRAU yang berjudul "Water" (favorit) sambil membayangkan bakal menonton live FRAU pertama kali.

Sayangnya niat baik menonton FRAU tidak semudah menonton gigs lainnya. Sempat kesal karena salah seorang teman untuk meliput hari itu telat datang, dari rencana berangkat setengah 6 sore akhirnya berangkat jam 7 malam. Dan setelah sampai, Kondisi parkiran Lou Belle Shop (TKP) penuh hingga ke pinggir jalan raya. Tidak mau menunggu, akhirnya kami mencoba untuk mencari alternatif parkiran beberapa puluh meter dari Lou belle.

Dan setelah sampai di Lou belle, Benar saja! Beberapa pengunjung berdiri di depan dan sebuah tulisan tertempel di pintu bertuliskan "Our venue is full. So Sorry, Guys. Thank you for your patience" Beberapa pengunjung masih berharap bisa masuk. Jadi sistemnya, Pengunjung yang diluar bisa masuk ketika ada pengunjung dari dalam yang keluar. Misalnya yang keluar 2 orang. Pengunjung boleh masuk 2 orang. Ini udah kayak pergantian pemain di pertandingan sepak bola.

Sedang asik mengantri masuk (dan saat itu pengunjung yang datang semakin banyak), Seorang panitia datang dari pintu luar menggunakan kaos bertuliskan "An Intimacy" dengan penuh keringat dan muka yang memerah. Bukan, bukan karena malu, tapi karena kepanasan. Dia menjelaskan dengan begitu panik dan merasa bersalah. "Sorry temen-temen, di dalem udah penuh banget! Jadi kita minta maaf gak bisa ada yang masuk lagi". Sepertinya ada salah koordinasi dengan panitia yang sejak tadi mengatur kita untuk antri menunggu pengunjung yang keluar. Secara tidak langsung menyuruh kita untuk pulang aja dan meminta untuk gak usah antri. Padahal antri saat itu sangat tenang, Pengunjung yang ada di luar bahkan cuek tidak merasa menunggu lama. Saat itu, Heals (Band yang tampil sebelum Frau) sudah terdengar on stage dari tadi. Dengan begitu, para pengunjung yang diluar bisa dipastikan hanya menunggu untuk menonton FRAU daritadi.

Dan setelah menunggu sekitar 20 menit, Akhirnya gue bisa masuk ke dalam venue. Memang sangat terasa panas dan sesak. Penuh sekali malam itu, bahkan gue sama sekali gak bisa ngelihat apa yang ada di depan. Yang gue tau, saat itu Oscar sedang di pasang oleh para kru FRAU. Dan sambil menunggu, seperti biasa ada kuis dari MC. Selain itu, ada pengumuman bahwa mereka menjual Poster An Intimacy vol.6 dengan tanda tangan para penampil hari itu dengan hanya 15 ribu rupiah. GILA! Gue harus beli!!

Penonton mulai tepuk tangan, Tandanya Mbak Leilani sudah ada di balik Keyboard kesayangannya. Tidak banyak menyapa, lagu Something more mulai dibawakan. Sayang sekali saat itu pandangan gue masih sampai kepala orang lain, sama sekali tidak bisa melihat FRAU. Selain menikmati audio yang terdengar, gue juga tertarik memperhatikan bule-bule yang saat itu ikut menonton. Kelihatannya panas dan pengap yang ada di ruangan saat itu tidak menyulitkan mereka yang biasa berpanas-panasan di Sauna. Melihat ekspresi kagum mereka terhadap FRAU bikin gua ikut-ikutan bangga. Pasti bule-bule itu mikir "Anjir, enakeun yah, Musiknya kayak di kampung urang".

Water, Mr. Wolf dan beberapa lagu lain akhirnya dibawakan kembali. Mbak Leilani sepertinya sedikit nervous. Iya sebelumnya bilang kalau ia sangat senang dengan anak muda Bandung yang selalu support musik lokal khususnya Indie. Setelah menunggu, tibalah lagu terakhir. "Mesin Penenun Hujan" gak tau kenapa, lagu ini bisa gue bilang sebagai lagu pamungkas nya Frau. Musik dan Lirik kayak di bertemu dengan tuannya. Semuanya pas dan tidak berlebihan. Beberapa pengunjung masih bernyanyi malu-malu, tapi tidak mau bersuara lebih keras. Mendengarkan Frau secara Live dengan diam menikmatinya adalah momen yang langka di Bandung.

Dan pertunjukan berakhir, Beberapa penonton saat itu berusaha bertemu langsung dengan mbak Leilani untuk meminta tanda tangan di CD yang mereka bawa dari rumah. Gue sendiri mencari poster yang daritadi dijual namun ternyata sudah sold out. An Intimacy hari itu masih sama, berkesan dan dirindukan. Vol. 7 harus datang jam 3 sore! Sedikit berjanji pada diri sendiri untuk tidak melewatkan momen penting seperti ini.

Nah, ini postingan blog gue yang baru akhirnya ada juga. Terakhir gue nge post tuh 30 Desember 2013 (itu juga karena tugas kuliah). Dan sekarang sudah Februari 2015. Sudah terlalu lama~ 
Mungkin blog gue kedepannya bakal banyak bercerita tentang pengalaman gue nonton indie gigs atau tentang pendapat gue yang sok tau. Semoga dengan aktivitas baru gue ini bisa jadi bahan untuk terus aktif kembali di dunia blog.

Oh iya, sebelumnya gue juga nulis tentang An Intimacy Vol.6 di sini : http://www.padapanik.com/2015/02/an-intimacy-vol6-sesak-pengap-namun.html


Kamis, 19 Februari 2015

JINGGA DAN SINESTESIA

Pukul 01:45, Raga yang merasa lelah tak dapat membuat mata menyerah. Malam ini begitu menyenangkan, Sendirian. Mengawang-ngawang ke seluruh penjuru kamar dan tidak ada yang berubah. Namun tetap menyenangkan.

Aku berusaha menulis lirik lagu yang sedang ku dengar. Jingga, begitu judulnya. Terdengar romantis, namun terasa gelap. Ada nyawa yang hilang, ada perasaan yang resah dalam tiap bait lagu tersebut. Lagi dan lagi, Efek Rumah Kaca berhasil membuatku penasaran. Aku tidak merokok ataupun meminum-minuman keras. Tapi sekarang aku mengerti arti kecanduan itu seperti apa. Tidak perlu definisi teoritis, hanya play and play again

Sebelumnya lagu Melankolia versi Pandai Besi masih membuatku menjerit dalam hati. Mereka mengajarku tentang keindahan kesepian. Nikmatilah saja kegundahan ini, segala denyutnya yang merobek sepi~ atau sebait dalam lagu Hujan jangan marah, Dengarkan jantungku menyerah, terbelah di tanah merah, Gelisah dan suka bertanya, pada musim kering~ Shit! Entah bagaimana cara mereka membawaku ke dalam suasana kelam itu?

Kembali ke Jingga, sebuah bocoran lagu untuk album mereka selanjutnya. Gila! Mereka membuat ku kecanduan dan tidak sabar untuk album yang paling ditunggu-tunggu banyak orang itu. Jingga bukanlah lagu romantis, sepertinya pendapatku benar. tapi begitu manis.... dan gelap...

Aku menyukainya! iya aku menyukainya!!

Aku ingin mengenalnya lebih jauh. Membaca liriknya yang belum begitu jelas terdengar, memahami maksud keresahannya, memainkan chordnya, dan memainkannya setiap hari. Tapi sayang itu tidak mudah. Susah sekali menemukan informasi tentangnya..

Sekali lagi sang vokalis memainkan nada falsetto dengan baik, dan efek gitar delay yang tepat. Jingga mengunci pintu kamarku dan mencegah kebosananku. Membunuh gerak ku dan menghirup lemahku.
Aku bernyanyi di balik kebisingan aktivitas orang lain, dan aku memutarnya lagi..

Beberapa menit kemudian, informasi tentang Jingga telah sedikit aku dapatkan. Di album selanjutnya, album yang telah dibuat sejak 2010 lalu namun tak kunjung selesai. Sinestesia, ada warna yang mereka siapkan. Sampai kapan harus menunggu? Mereka masih bekerja keras, tapi sabar hanyalah omong kosong belaka. Tolong Jangan ingatkan aku tentang apa yang ku tunggu saat ini..

Iya, aku menunggu warna itu.
Warna di balik sinestesia, Jingga dan yang lainnya

Senin, 30 Desember 2013

Musik dan Industri ?

 
Kapan terakhir anda beli CD musik original?
Alhamdulillah ada kesempatan buat update blog lagi. Kali ini gua akan membahas sesuatu yang sedikit penting. Salah satunya adalah Akun Instagram bu Ani Yudhoyono.. 
*skip* 

Oke kali ini gua akan membahas tentang Industri musik di Indonesia. Sesuatu yang basi banget sekaligus sesuatu yang berat karena harus dijelaskan oleh orang yang hanya bisa main gitar sambil ngesearch chord-chordnya di Internet. 

Musik di Indonesia sepertinya belum berhenti melalui masa-masa labilnya. ini udah kayak anak SMA yang masih mencari jati diri. yang dikit-dikit ganti poni dari model polembing (poni lempar lembing) sampai poni yang bikin salah satu mata nya tidak berfungsi dengan baik. dari jaman celana gombrang sampai celana Chino. semuanya diikutin sesuai trend dan tidak berani tampil beda. 

Musik Indonesia sangat erat kaitannya dengan industri. Yah, Mengeluarkan modal sebesar-besarnya tentu membuat mereka (industri) mengharapkan keuntungan sebesar-besarnya. Di Jaman ini, Musik bukan hanya sekedar seni. tapi juga Industri. miris sekali..

Di Era 60an mungkin adalah sebuah puncak keemasan dari industri musik Indonesia. sebagai anak yang lahir di tahun 90an tentu tidak fair sok tau tentang jaman ini. tapi menurut saya mungkin di tahun itu ketika industri belum melesat seperti sekarang. orang-orang (seniman) membuat semuanya total untuk sebuah karya seni. bukan tentang uang atau deadline kontrak yang harus segera dikejar. 

Musik Indonesia terus mengalami masa-masa yang labil. di tahun 90an Indonesia diramaikan dengan musik-musik dari sebuah grup vokal. di tahun 2000an awal mungkin adalah masanya anak band, khususnya band Pop. Nama-nama besar seperti Peterpan, Padi, Naff, Ungu, dll. menjadi raja di Industri musik. selanjutnya munculnya banyak band pendatang baru yang datang dan pergi sesukanya. sebut saja Nine Ball, Letto, Juliette, Lowbow, Tahta dan lain-lain. entah kemana mereka sekarang. mungkin sedang frustasi bagaimana caranya membuat album baru dengan lagu yang bagus, Pasalnya kebanyakan dari band-band pendatang baru terkesan terlalu terburu-buru dalam membuat album. contohnya hanya 1 atau 2 lagu yang bagus. sisanya dibuat dengan sangat cepat agar memenuhi kontrak label.

Perkembangan Band yang menjadi idola anak muda memang sangat menyenangkan. lagu-lagu cinta romantis atau tema sedihnya putus cinta masih jadi modal utama. secara umum band-band yang bermunculan sangat berpotensi. cuma sekali lagi, sepertinya mereka tidak sanggup bertahan di Industri musik yang keras. Akhir 2005 (kalau tidak salah) Musik band dengan genre melayu mulai ramai. di awali dengan munculnya ST12 dan Kangen Band yang tanpa sadar lagu-lagu mereka mudah untuk diserap di ingatan masyarakat. banyak pro dan kontra tentang keadaan ini. banyak yang menganggap lagu-lagu melayu sangat tidak berkualitas. namun nyatanya, jumlah penonton dan fans mereka (saat itu) sangat banyak. Konsernya tetap Sold Out dan tetap kebanjiran Job. 

Menjamurnya Acara musik pagi dengan konsep "lypsinc" membuat terlalu mudahnya para pendatang baru masuk industri musik. band-band dengan bermodalkan sebuah lagu. atau artis-artis sinetron yang merecycle lagu-lagu lama. di Tahun 2009 (Kalau tidak salah lagi) adalah tahunnya Boyband dan girlband. musik pengaruh dari Korea selatan ini benar-benar menjamur di Indonesia. sekali lagi, penuh kontra dari banyak penggemar musik. namun nyatanya, mereka tetap kebanjiran job dan fans. musik lypsinc yang dipenuhi anak-anak muda "good looking" tersebut sangat mudah menarik perhatian masyarakat. 

Di awal 2013. Boyband semakin berkurang bahkan habis, begitupula band-band Melayu hanya tersisa beberapa nama besar saja. Band-Band besar kembali berjaya tanpa saingan. namun orang-orang mulai bosan dengan musik yang itu-itu aja. Acara yang bintang tamunya "itu-itu lagi" dan lain-lain. di tahun ini juga musik Dangdut mulai merajai TV. namun dalam skala yang tidak terlalu besar. terus era musik seperti apakah yang akan muncul di 2014 nanti? 


Minggu, 03 Maret 2013

Ngidam #Benabook

Hallo Blogger!
Kali ini gua bakalan share (bisa dikatakan Promosi sih :|) Sebuah karya dari salah satu dari inspirasi gua (harus diakui sih..)

BENAKRIBO!
Yap! Pohon berjalan dan Duta Sampo satu ini memang terkenal akan kejeniusannya mengelolah blog. dan bikin gua dan ribuan pembacanya jadi nganggep blog itu asik. Selain lucu (dan kadang garing) si om kibo itu Kleatip! (Baca : Tukang bikin video) dan Juragan kaos-kaos aneh. Beberapa bulan kemarin gua sempat ikutan sebuah seminar yang yang melibatkan dia sebagai pematerinya. gua sempat nanya dan memastikan perut buncitnya dari dekat. (meskipun gua gagal jadi 2 penanya terbaik dan gagal mendapatkan kaos kaki..) Di dalam seminar dengan Pemateri yang tidak tau malu itu saya entah kenapa mendapat banyak hal-hal postif dan jadi semangat ngeblog.

Benakribo bukan sekedar blogger, tapi menurut gua, dia enterprenur yang hebat. Dan kali ini, Benakribo MENGELUARKAN BUKU! (mmhh.. aneh kalau mengeluarkan sih ._.)
Benakribo MELUNCURKAN BUKU! (Mirip Perosotan..)
Benakribo MENULIS BUKU! (Belum jadi berarti..!)
Ah, Bahasa Indonesia kok ribet gini..
Skip...

BENABOOK!

Di atas adalah Penampakan BENABOOK! Udah mulai PO, dan kayaknya ini bakal jadi reccomended sebentar lagi..

Kenapa harus beli BENABOOK?
  1. Buku Lucu di gramedia udah banyak, tiap bulan selalu ada aja  buku dengan label NGAKAK, atau 100% GOKIL dan udah pada ngebosenin. Dan semua orang tau, Bang Ben adalah personil Trio Menggelinjang SPBU yang paling gak lucu ._. makanya bikin penasaran :D
  2. Liat Covernya yang super Kreatif, Bikin yakin kalau isinya bakal full colour (gua udah liat di youtube sih) dan gak bakal ngebosenin. Orang yang gak suka baca buku juga sepertinya bakalan suka (SEPERTINYA)
  3. Ini Buku Pertama bang Bena, Kayaknya lebih murah. Prinsip Bisnis : Kalau Laris Baru Naikin Harga :D 
  4. Sepertinya bakal banyak kejutan lebih dari buku ini, Jadi jangan harap kalau buku ini ngomongin Kucing doang, atau nayangin video-video lucu (Ini BUKU!!) Kreatifitas Bang Bena bakal di pertaruhkan disini..
  5. Di antara bang Alit Shitlicious dan Bang Arief Poconggg, Bang Bena paling telat keluarin buku, Persepsi fans nya bakal macem-macem. ada yang bilang Bang Bena gak tertarik nulis buku, dan ada juga yang beranggapan Bang bena gak bisa nulis buku. Itu gak penting, Yang Penting buku ini baru jadi dan Prosesnya lama dan ditunggu banyak orang. Pasti hasilnya lebih maksimal. 
Nah selesai sudah bualan gua tentang BENABOOK :D
Kami selaku Fans-Fans Gratisan Benakribo. Berharap bukunya tidak mengecewakan..

Salam Gratisan ...

Kamis, 21 Februari 2013

TIDAK ADA PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Masih dalam konteks kacamata seorang mahasiswa tahun pertama, masih dengan cerita kehidupan perantau yang biasa-biasa saja.

Kali ini saya ingin membahas sebuah tema serius yang tidak serius.. (Loh?) Jangan liat postingan ini dari judulnya. Jika begitu, maka pembaca akan terbawa persiapan mekanisme otak yang luar biasa dan mencoba menganalisa mati-matian postingan ini. Nikmatilah postingan kali ini dengan secangkir teh hangat atau lagu-lagu syahdu di aplikasi winAMP kalian. Let's Start..

Hari kamis, Pukul 15.22 Lagi-lagi dosen "Teori komunikasi" tidak dapat hadir, ini membuat kami cukup kesal, terutama yang tinggalnya cukup jauh dari kampus. Sebagian menggerutu di kursi masing-masing. sebagian juga asyik mengobrol dan mengejek tentang kekalahan Cules yang cukup menggemparkan itu. Karena telah dua kali tidak masuk, maka kami sekelas berusaha mencari tahu penyebabnya. Sepertinya telah terjadi kesalahan sistem jadwal perkuliahan. Yap! Bentrok dengan kelas lain. kami menuju Fakultas dan mendapati bu Rini, Dosen Cerdas berkacamata itu sedang asyik mengajar di sebuah kelas dengan mata pelajaran yang sama.

Akhirnya kami dan Bu Rini mencoba untuk berbicara sebentar dan akhirnya diputuskan tidak ada perkuliahan dan akan pindah jadwal mulai minggu depan. ini cukup bikin malas balik ke kosan.

Oh iya, hari ini saya ada latihan Pasuma (Paduan Suara Mahasiswa) dan saya akhirnya menyempatkan untuk ikut latihan dan sekedar merefresh otak. Akhir-akhir ini saya menghabiskan waktu saya UKM tersebut. mungkin karena suara saya pas-pasan haha, jadi saya siap untuk memilih harmonisasi yang jadi daya jual dalam format paduan suara.

Kami punya tugas untuk membawakan lagu "Hymne Unisba", "Syukur", dan "Hymne Guru" Saya cukup terpacu untuk menikmati lagu dan mencoba menyanyi dengan nada yang aneh (Saya bagian Bass jadi nadanya datar) Sampai akhirnya saya menyadari sesuatu..

"Ada lirik yang hilang!"

eh lebih tepatnya diganti! Yap lagu HYMNE GURU yang cukup bikin terharu dan laris manis dibawakan di acara-acara persembahan terhadap guru/dosen tersebut ternyata liriknya telah di ganti.

Bagi Pembaca yang terakhir kali menyanyikan lagu tersebut pada zaman sekolah, mungkin masih ingat di penutup terdengar jelas dengan lirik "Engkau Patriot Pahlawan bangsa... Tanpa tanda jasa" Nah, dalam paduan suara saya ini.. Lirik terakhirnya menjadi ..

"Engkau Patriot Pahlawan Bangsa... Yang sangat berjasa"

Ada yang aneh? Tidak! Biasa saja..
Entah sejak kapan perubahan ini terjadi, tapi adakah di antara kalian yang mencoba memikirkannya?
Apakah kalian ada waktu untuk memikirkan sekedar lirik?

Saya rasa ini sebuah gambaran baru tentang seorang guru di era ini. bahwa guru juga butuh makan! dan melanjutkan kehidupannya yang lain. isitilah tanpa tanda jasa itu sudah tidak tepat lagi digunakan di era ini! Coba tengok berita di TV kamarmu. Ada beberapa berita yang menyorot sisi perekonomian seorang guru yang sulit membiayai anak-anaknya. Kadang ada juga yang berita tentang demo guru-guru karena gajinya tak kunjung turun. atau Sorot guru-guru di pedalaman yang dengan keikhlasannya mengajar.

Akhir lagu tersebut seperti mengatakan "hey! Tuan-tuan berdasi, Kami yang membuat kalian berdasi, kenapa hidup kami tidak se-sejahtera kalian yang berdasi?"

Sekarang sebagian besar gaji guru beserta tunjangan sudah di naikkan. dan akhir lagu itu mungkin juga mengatakan bahwa TIDAK ADA PAHLAWAN TANPA TANDA JASA DI ERA INI.

Senin, 28 Januari 2013

TRAVEL : BUMI PANGALENGAN part 2

Yap, Ini lanjutan dari postingan gua sebelumnya, disini
Hari ini, hari kedua.. Sekaligus hari terakhir, soalnya minggu besok harus balik ke Bandung lagi. Oh iya, Kemarin gua mengalami banyak keanehan semenjak balik dari jalan-jalan. Mulai dari Shower air panas berubah jadi dingin sendiri, Pintu Kamar mandi di Rumah Upi yang gua rusakin, TV mati sendiri dan Ngabisin Sate 15 Tusuk tanpa berdoa *eh yang terakhir lupakan..


Tidur Semalam sangat dingin, Maklum daerah Pegunungan. Bahkan di tengah-tengah lelap tidur, selalu terjadi pencurian selimut. Malam itu gua sama Upi beruntung, Karena si Risky tidak berhasil melakukan apa-apa terhadap kami berdua. Yap! Risky Butuh kehangatan, kami maklumi itu.. Oleh karena itu malam ini dia harus tidur samping kompor! 

Sebelum kembali berpetualang, Pukul 8 Pagi kami melakukan petualangan untuk mencari sarapan terlebih dahulu. Ternyata cukup sulit menemukan Nasi Kuning disini. Akhirnya kami memutuskan sarapan dengan Lontong Kari.. Iya iya cuma satu Porsi kok. Gorengannya enam tapi :| 

Hari kedua dimulai, kami menyadari petualangan kami ada yang kurang. yaitu kami belum punya foto bertiga! Terlebih lagi Tidak ada Tripod dan Si Rizky tidak menemukan Set Timer di kamera mahalnya itu. Akhirnya kami memutuskan untuk menambah satu personil lagi. Kali ini teman SMA Upi, Cewek bernama Ulfa kami memanggilnya Uponk. Yah, setidaknya kami sekarang berempat lebih mirip band Vierra daripada Boyband. 

Tempat pertama adalah daerah pegunungan. Sayang Sekali, lagi enak-enak tarik nafas dan mengambil gambar. hujan lebat turun.. 

Yang bambu itu Tiang Jemuran :|
Tempat kedua adalah Danau buatan jaman belanda yang bernama Situcilenca (Akhirnya ada tempat yang gua ingat namanya :D) Kali ini kita gak bakalan berendam, hanya sekedar menikmati Pemandangan luar biasa dan mengambil beberapa gambar. Kata Si Uponk, Tempat ini dulunya tempat syuting videoklip Ipang feat Sheila Marcia yang lagu HEY. 


Trio Jomblo Akut
Dan Tempat Terakhir kami cukup jauh, yaitu pabrik Tenaga Listrik Tenaga Uap, Yap terdapat magma, tempatnya cukup tinggi dan ada Heliped juga. Keren dah. Udara disini lebih dingin ditambah sisa-sisa hujan. Oh iya gak boleh masuk ke Pabrik sih, jadi diluar aja.. 



Well, Akhirnya Perjalanan Wisata kita selesai juga, Sebelumnya Perjalanan kita ditutup dengan hamdalah dan Batagor hehe. Menikmati makanan Khas bandung itu cukup mengisi perut kami yang kosong.
Balik kerumah Upi, Ibunya Si Lutfi telah menghidangkan makan malam "Nasi Liwet" juga makanan khas sunda yang baru pertama kali gua makan. Enak banget, tapi gua makan cuma dikit suer.. 

2 Piring itu dikit gak sih? 
Malam harinya, kami kembali bersiap untuk tidur.. Tiba-tiba Ajeng Nelpon.. 
Dan ternyata telponnya nyambung ke anak-anak lain. Senang rasanya, Sayang sekali hanya beberapa menit terputus. mungkin Pulsa Ajeng habis.. Setelah itu gua mendadak Homesick. Yang bahasa Inggrisnya dapat E jangan ngartiin Homesick itu rumah sakit! Yap, Gua sadar kesenangan gua disini hanya pelarian, Liburan tiba dan gua gak bisa pulang! Gua kangen kampung halaman.. Kangen Keluarga, Kangen teman-teman.. 

Skip.. 
Hari Minggu, Seperti biasa kami berpetualang mencari sarapan. dan memutuskan untuk makan Lontong Soto. Pukul 09.00 kami pamit dengan ibu dan bapak si Upi, " Maap ngerepotin bu.. Pak.. "

"Gak apa-apa, Kalau liburan gak balik ke Kendari, Kesini aja lagi" kata Nyokap Upi. 

Singkat cerita gua sama Rizky balik ke Bandung, dan sempat tersesat karena Rizky percaya sama gua sebagai penunjuk jalan. Si Rizky juga masih melanjutkan petualangannya ke Tasikmalaya. Gua gak ikut... 

Liburannya emang gak se-lebay judul bertajuk "Gratis" tapi kalau nanya budget. Gak nyampe 150ribu mas, mbak. itu juga karena Ulang Tahun gua dipercepat paksa oleh Rizky dan Upi di Warung Sate. Sisanya Sarapan, Bensin Motor, Makanan Ringan, Celana waktu renang, dan Biaya masuk Pemandian Air Panas. Cukup puas kan.. 

Jadi Kesimpulan postingan gua kali ini adalah....
Gua ngantuk, byee.. 

Sorry Tulisan gua di Part1 lebih berantakan, itu tergantung mood hehe.

TRAVEL : BUMI PANGALENGAN part 1

Kamis kemarin adalah UAS hari terakhir yang ditutup dengan Pengantar Ilmu Antropologi plus dosen pengawas yang ... ah LUPAKAN! Dan akhirnya libur pun dimulai.. Biasanya anak-anak di kampus sudah mulai bikin perkumpulan dengan iming-iming liburan ke Bali atau Lombok, ada juga yang belagak jadi Turis di Malaysia (biasanya omongan tersebut berbanding terbalik dengan kuantitas isi dompet ..")

Sebagai Mahasiswa yang sedang melewati cobaan akhir bulan, akhirnya gua memilih liburan di tempat terdekat, dan tentunya Gratis! PANGALENGAN! Keren kan? eh gak tau yah? gua juga baru pertama kali sih.. Pangalengan itu salah satu daerah di Jawa Barat yang lumayan dekat dengan Bandung. Gua kesitu karena dua teman gue punya rumah disitu.. dan sepertinya gak bakal ngabisin banyak biaya. CERDAS kan ? Biasa aja~

Setelah menghubungi sana-sini dan mengumpulkan Personil. Akhirnya hanya terpilih lah Rizky, Mahasiswa Fakir IP dan juga Hijabers Hunter yang mau ikut. karena Rumah Rizky lebih dekat dari lokasi. gua akhirnya memutuskan untuk menginap di Rumahnya malam itu. Perjalanan sekali naik angkot Caringin-Sedang Serang benar-benar Jauh. Gua yang gak ngerti jalan memilih untuk duduk di depan disamping pak kusir yang sedang bekerja mengendarai kuda supaya baik jalanya tak tik tak tik tuk..


Alhasil, Gua nginap di Rumah Rizky. Hal ini cukup menakutkan karena si Rizky Hijabers Hunter tersebut sudah lama Jomblo.. Alhamdulillah, Sampai matahari terbit pun Skenario semalam tidak berubah. Rizky masih normal..

Schedule berangkat Jam 6 Pagi akhirnya dimulai Jam 9 Pagi. Hal ini terpaksa dilakukan karena kami ngaret TAK INGIN TERBURU-BURU.

Perjalanan cukup jauh, Di tengah perjalanan, Hujan memaksa kami untuk menikmatinya nyanyiannya sejenak dibawah teduhnya pohon *eh. Menggunakan Jas Hujan lalu berangkat lagi, Hujan pun berhenti terlalu cepat, bahkan Jas hujannya belum basah, lalu kami memutuskan untuk melepas jas hujan dan Hujan lagi...

....

Di tengah perjalanan terhampar sawah luas yang indah. gue memutuskan untuk membuka kaca helm dan menikmati udara segar yang belum terkontaminasi, meskipun di perjalanan harus di rusak oleh aroma pabrik terasi..

11.15 Sampai di kota PANGALENGAN..
Personil Terakhir UPI akhirnya menjemput kami dengan mobil. Yah, Si Upi kalau di kampung sendiri udah  mirip anak gaul segitiga UNISBA...

Dan TRIO KWAK KWIK KWUK KWEK KWOK telah berkumpul.. dan siap berpetualangan..

dan inilah kami...


EH? SIAPA YANG TUKAR FOTO BOYBAAAANNNDDDDDD... ??? HAPUSS, HAPUSSSS


 
NAH.. Yang kiri.. itu Rizky (Photographer), Di tengah Gua (Model), dan yang ujung kanan Upi (Supir) TOUR GUIDE. kami bertiga siap berpetualang mendaki gunung melewati lembah..

Hari Pertama, Setelah Shalat Jum'at yang khotbahnya full bahasa Sunda.. akhirnya kami bertiga memulai perjalanan.. Sebelumnya, Karena Pangalengan ini tempat Pabrik Susu. kita minum susu murni dulu.. Alhamdulillah Gratis, Plus dodol dan Karamel serba susu..

Tempat pertama adalah kuburan! Kenapa Kuburan? Entah Upi yang mencetuskan ide ini..
Ternyata kuburan Warga Belanda yang bernama K.A.R. Bosscha! Coba Search di google. Dia BBB (Bukan Belanda Biasa) yang banyak berjasa bagi Indonesia, Selain sistem pertanian yang memakmurkan rakyat, dia juga Pendiri ITB. dan Gedung Teropong Bintang Besar (Yang ada di Film Petualangan Sherina).


Punten mbah, Moga di lancarkan Jodohnya..
Next, Tempat kedua. Tempat kedua yang kami kunjungi ini adalah...
.....
Entahlah Namanya apa.. lupa, pokoknya tempat ini dulunya adalah tempat syuting film romantis HEART acha dan irwansyah. sayang sekali, lapangan basket dan rumah pohonnya sudah tidak ada. Yang ada hanya rumah peninggalan belanda yang perabotannya masih asli jaman belanda..



Kami bertiga berlagak seperti Irwansyah.. Sayang sekali, saat pulang dan nonton di TV kalau Irwansyah tertangkap pesta narkoba. Akhirnya kami memilih menjadi Tukang kebun yang ada film HEART tersebut. Kami tidak mau jadi Irwansyah lagi~

Tempat selanjutnya .. Lagi-lagi gua lupa namanya..
Ini tempat permandian Air Panas, Untung waktu itu lagi sepi, Alhasil kami pede memamerkan badan kami yang sixpack..
Setelah lama berendam, Rupanya membuat kami bertiga ngantuk, seluruh badan serasa rileks dan langsung menguras tenaga.. Dinginnya udara dan Panasnya Air membuat kami bertiga seolah-olah harus memilih. Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti berendam dan memutuskan untuk mandi. Masalah datang, Tempat mandi tersebut berbayar, 6000/Orang,- Karena kami Pelit Ekonomis, Maka kami meutuskan untuk mandi di tempat wudhu.. kalau kata Pepatah Tua milik Mahasiswa Tua, "Don't Rich difficult People" yang seenaknya diartikan "JANGAN KAYA ORANG SUSAH"..

Perjalanan hari ini berakhir dengan Makan Sate..
Efek Air panas tadi membuat kita ngantuk dan kelaparan. Alhasil gua yang lagi diet menghabiskan 15 Tusuk. (kan gak sengaja...)'




Text Widget

Copyright © Langliinglung .. | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com